🕌 Yahya bin Mu’adz rahimahullah berkata,

مِنْ أَعْظَمِ الْاِغْتِرَارِ عِنْدِي: التَّمَادِي فِي الذُّنُوْبِ عَلَى رَجَاءِ الْعَفْوِ مِنْ غَيْرِ نَدَامَةٍ، وَتَوَقُّعُ الْقُرْبِ مِنَ اللّٰهِ تَعَالَى بِغَيْرِ طَاعَةٍ، وَانْتِظَارُ زَرْعِ الْجَنَّةِ بِبَذْرِ النَّارِ، وَطَلَبُ دَامِ الْمُطِيْعِيْنَ بِالْمَعَاصِي، وَانْتِظَارُ الْجَزَءِ بِغَيْرِ عَمَلٍ، وَالتَّمَنِّي عَلَى اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ مَعَ الإِفْرَاطِ

“Menurutku, ketertipuan yang terbesar adalah: terus-menerus berbuat dosa diiringi rasa harap mendapat ampunan Allah tanpa penyesalan, mengharapkan untuk bisa dekat dengan Allah tanpa diiringi ketaatan, menanti panen surga dengan benih neraka, ingin tinggal bersama orang-orang yang taat tapi dengan cara berbuat maksiat, menunggu-nunggu pahala tanpa berbuat amal, dan mengharapkan keridhaan Allah tapi pada saat yang sama melalaikan-Nya”
📚 Mau’izhat Al-Mu’minin: 114

Selamat beraktivitas

Open chat
Ada yang dibantu ?
Assalamualaikum WR. WB.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Terimakasih sudah menghubungi kami,