Jangan Lupakan Kebaikan di Hari Muharram yang Penuh Berkah

Jangan Lupakan Kebaikan di Hari Muharram yang Penuh Berkah

Tahun baru Islam telah tiba, membawa kita memasuki gerbang bulan yang sangat dimuliakan, yakni bulan Muharram. Sayangnya, di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, banyak dari kita yang menyambutnya sebagai pergantian kalender biasa. Padahal, ada pesan penting yang terus digemakan oleh para ulama: jangan lupakan kebaikan di hari Muharram.

Bulan ini bukan sekadar bulan pertama dalam kalender Hijriah. Ia adalah satu dari empat bulan haram (suci) yang sangat diagungkan oleh Allah SWT. Di bulan ini, setiap amal ibadah dan perbuatan baik memiliki nilai dan bobot yang jauh lebih berat dibandingkan bulan-bulan biasa lainnya.

Mengapa kita harus sangat memperhatikan amal ibadah di bulan ini? Apa saja bentuk kebaikan di hari Muharram yang bisa kita lakukan di tengah kesibukan sehari-hari? Mari kita bedah lebih dalam agar momen emas ini tidak berlalu begitu saja tanpa meninggalkan jejak pahala.

Kedudukan Istimewa Muharram dalam Islam

Dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah At-Taubah ayat 36, Allah SWT menegaskan adanya empat bulan haram (suci), yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Muharram bahkan mendapatkan julukan khusus dari Rasulullah SAW sebagai Syahrullah atau “Bulan Allah”.

Penyandaran nama bulan langsung kepada Allah menunjukkan betapa mulia dan istimewanya waktu ini. Julukan ini mengisyaratkan bahwa di bulan Muharram, pintu-pintu rahmat dan ampunan terbuka sangat lebar.

Oleh karena itu, sangat disayangkan jika kita melewati hari-harinya tanpa ada peningkatan kualitas diri. Jangan lupakan kebaikan di hari Muharram, karena setiap detik di bulan ini adalah kesempatan emas untuk “mencari muka” di hadapan Sang Pencipta dengan cara memperbanyak ibadah.

Yayasan Al-Mu'thi

Pahala Berlipat, Dosa Pun Diperberat

Ada satu hukum spiritual yang berlaku khusus di bulan-bulan haram, termasuk Muharram. Para ulama tafsir, seperti Ibnu Abbas, menjelaskan bahwa pada bulan-bulan suci ini, pahala dari setiap kebaikan dan amal saleh akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Inilah alasan utama mengapa kita diserukan: jangan lupakan kebaikan di hari Muharram! Mulai dari sedekah seribu rupiah, senyuman kepada tetangga, hingga menyingkirkan duri di jalan, semuanya dinilai berlipat ganda. Ini adalah momen panen pahala bagi umat Islam.

Namun, kita juga harus sangat waspada. Sebagaimana pahala dilipatgandakan, ganjaran untuk perbuatan dosa dan maksiat di bulan ini juga diperberat. Menyadari hal ini, memperbanyak kebaikan bukan hanya untuk mengejar pahala, tetapi juga sebagai tameng agar kita terhindar dari kelalaian yang berujung pada dosa.

Bentuk Kebaikan di Hari Muharram yang Sering Terlupakan

Berbuat baik tidak selalu menuntut modal besar atau waktu yang luang. Berikut adalah beberapa amalan kebaikan di hari Muharram yang sangat dianjurkan namun sering kali terlupakan:

1. Menjalankan Puasa Sunnah Asyura dan Tasu’a

Kebaikan paling utama di bulan Muharram adalah berpuasa. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Secara khusus, umat Islam disunnahkan berpuasa pada hari Tasu’a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram). Keutamaan puasa Asyura sangat luar biasa, yakni dapat menghapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu.

2. Memperbanyak Sedekah dan Santunan

Hari ke-10 Muharram sering kali dikenal di masyarakat Indonesia sebagai “Lebarannya Anak Yatim”. Mengusap kepala anak yatim dan memberikan santunan kepada mereka di hari Asyura adalah kebaikan yang sangat dianjurkan. Selain itu, memperbanyak sedekah kepada fakir miskin, tetangga, atau kerabat yang membutuhkan akan membuka pintu rezeki yang berkah.

3. Meluaskan Belanja untuk Keluarga

Ada sebuah amalan yang sangat menyenangkan namun sering luput dari perhatian. Di hari Asyura, seorang kepala keluarga dianjurkan untuk meluaskan nafkah atau membelikan makanan yang lebih istimewa dari biasanya untuk istri dan anak-anaknya. Barang siapa yang membahagiakan keluarganya di hari itu, Allah berjanji akan melapangkan rezekinya selama setahun penuh.

4. Mempererat Silaturahmi dan Berbuat Baik pada Tetangga

Kebaikan di hari Muharram juga mencakup hubungan Hablum Minannas (hubungan antarmanusia). Berkunjung ke rumah kerabat, memaafkan kesalahan orang lain, atau sekadar berbagi makanan dengan tetangga sebelah rumah adalah amalan ringan yang sangat dicintai Allah.

Tips Istiqomah Menebar Kebaikan

Terkadang, semangat beribadah hanya menggebu di awal bulan saja. Agar kita tidak melupakan kebaikan di hari Muharram hingga bulan ini berakhir, kita butuh strategi sederhana.

Pertama, niatkan segala aktivitas harian sebagai ibadah. Bahkan bekerja mencari nafkah bisa menjadi pahala yang besar. Kedua, buatlah target kebaikan harian. Misalnya, target sedekah subuh setiap hari, membaca Al-Qur’an satu lembar sehari, atau menahan amarah. Ketiga, berkumpullah dengan orang-orang saleh yang selalu saling mengingatkan dalam kebaikan.

Kesimpulan

Bulan Muharram adalah hadiah waktu dari Allah SWT untuk kita mereset kembali timbangan amal. Mengetahui betapa besar keutamaan bulan ini, sudah sepantasnya kita bergegas mengumpulkan bekal.

Jangan lupakan kebaikan di hari Muharram, sekecil apa pun itu. Sebab, kita tidak pernah tahu amalan kebaikan mana yang kelak akan menyelamatkan kita dan mengantarkan kita ke surga. Mari jadikan Muharram tahun ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dermawan, dan lebih dekat dengan Allah SWT.