Bulan Dzulhijjah memberikan kesempatan emas bagi umat Muslim untuk memanen pahala dalam jumlah besar. Di dalam bulan ini, terdapat sepuluh hari pertama yang memiliki keutamaan luar biasa bahkan melebihi waktu-waktu lainnya.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah tidak mencintai amal saleh di hari-hari lain melebihi amal saleh pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Pernyataan ini menegaskan betapa istimewanya waktu tersebut untuk meningkatkan kualitas spiritual kita.
Namun, kesibukan harian sering kali membuat kita mengabaikan momentum berharga ini begitu saja. Agar Anda tidak melewatkan kesempatan emas ini, mari kita ulas berbagai amalan utama Dzulhijjah yang wajib kita hidupkan kembali.
1. Menjalankan Puasa Sunah Tarwiyah dan Arafah
Menjalankan puasa sunah menjadi salah satu cara terbaik untuk mengisi hari-hari awal di bulan Dzulhijjah. Anda dapat menunaikan puasa ini dari tanggal 1 hingga tanggal 9 Dzulhijjah secara berturut-turut.
Secara khusus, puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah atau Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat dahsyat. Rasulullah SAW menegaskan bahwa ibadah puasa Arafah ini dapat menghapuskan dosa-dosa kita selama dua tahun, yaitu setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Mengingat besarnya keuntungan spiritual ini, Anda perlu menjadwalkan waktu dan mempersiapkan fisik dengan matang sejak jauh-jauh hari.
2. Menggemakan Zikir Sepanjang Hari
Hari-hari awal Dzulhijjah merupakan waktu yang paling tepat untuk memperbanyak mengingat Allah SWT melalui lisan kita. Menghidupkan hari-hari mulia ini dengan zikir juga terhitung sebagai ibadah yang sangat ringan namun berbobot besar.
Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk memperbanyak bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir selama periode ini. Anda bisa menggemakan kalimat-kalimat tayyibah ini kapan saja, baik saat bekerja, berkendara, maupun saat beristirahat.
Kebiasaan mulia ini akan menjaga hati kita tetap tenang sekaligus membersihkan pikiran dari hal-hal negatif duniawi.
baca artikel lain : https://almuthi.or.id/2026/05/05/qurban-panti-asuhan-al-muthi-pamekasan/
3. Menunaikan Ibadah Kurban dengan Ikhlas
Ibadah kurban menjadi syiar sekaligus identitas utama yang paling melekat pada bulan Dzulhijjah. Melalui pembagian daging kurban, kita dapat membantu meringankan beban sesama dan berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin.
Bagi Anda yang memiliki kelapangan rezeki, Islam sangat menekankan ibadah sunah muakkadah ini sebagai bentuk rasa syukur. Kurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan simbol ketakwaan dan keikhlasan tertinggi seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Pastikan Anda memilih hewan kurban terbaik yang sehat dan sesuai syariat agar ibadah ini bernilai sempurna di mata Allah.
4. Memaksimalkan Salat Sunah Rawatib dan Malam
Jika biasanya kita hanya mengandalkan salat fardu, maka momen Dzulhijjah ini menuntut kita untuk melangkah lebih jauh. Salat merupakan tiang agama yang menjadi penentu utama dalam perhitungan amal kita di akhirat kelak.
Anda bisa mulai mendisiplinkan diri untuk menjaga salat sunah Rawatib (qabliyah dan ba’diyyah), mendirikan salat Duha, serta menghidupkan sepertiga malam dengan salat Tahajud. Setiap sujud yang kita lakukan dengan penuh ketundukan akan mengangkat derajat kita.
Penambahan porsi salat sunah ini sekaligus berfungsi sebagai penambal dari segala kekurangan yang ada pada salat wajib kita.
5. Mengalirkan Sedekah Secara Konsisten
Pintu kebaikan lain yang pahalanya dilipatgandakan secara luar biasa pada awal bulan ini adalah sedekah. Sedekah tidak akan mengurangi harta kita, melainkan justru mendatangkan keberkahan dan melipatgandakan rezeki dari jalan yang tidak pernah kita duga.
Di sepuluh hari pertama Dzulhijjah, cobalah untuk menyisihkan sebagian uang Anda setiap hari tanpa putus. Anda bisa menyalurkannya langsung ke lembaga sosial, memberi makan anak yatim, atau membantu tetangga sekitar yang sedang kesulitan.
Ingatlah bahwa Allah sangat mencintai amalan yang dilakukan secara konsisten meskipun jumlah nominalnya terlihat kecil.
6. Berinteraksi Lebih Dekat dengan Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah obat penenang hati sekaligus kompas utama bagi kehidupan seorang Muslim. Membaca Al-Qur’an di hari-hari istimewa Dzulhijjah akan memberikan limpahan ketenangan jiwa yang tidak bisa dibeli dengan materi.
Sediakan waktu khusus minimal 15-30 menit setiap hari untuk membaca dan mentadaburi ayat-ayat suci Al-Qur’an. Berusahalah untuk memahami terjemahannya agar pesan-pesan moral di dalamnya bisa langsung Anda terapkan dalam perilaku sehari-hari.
7. Memperbarui Taubat yang Sungguh-Sungguh
Amalan batiniah yang paling mendasar namun sering kali luput dari perhatian kita adalah bertobat. Bulan yang penuh dengan obral ampunan ini menjadi waktu yang sangat sakral untuk membersihkan diri dari tumpukan dosa masa lalu.
Taubat yang sesungguhnya menuntut penyesalan yang mendalam, penghentian total dari perbuatan maksiat, serta tekad kuat untuk tidak mengulanginya. Datanglah kepada Allah dengan segala kerendahan hati danakuilah segala kekhilafan kita.
Ketika hati kita sudah bersih dari noda dosa melalui taubat, maka pelaksanaan seluruh amalan utama Dzulhijjah lainnya akan terasa jauh lebih ringan dan nikmat.




